Tuesday, 24 February 2015

KAWIN ALAMI PADA SAPI

Kawin alam merupakan salah satu cara dalam pengembangbiakan ternak sapi potong yang dianjurkan dengan pertimbangan: 1) secara alamiah ternak sapi potong memiliki kebebasan hidup, sehingga mendukung perkembangbiakannya secara normal, 2) secara alamiah ternak sapi jantan mampu mengetahui ternak sapi betina yang berahi, 3) penanganan perkawinan secara kawin alam memerlukan biaya yang sangat murah, tanpa adanya campur tangan manusia, 4) metode kawin alam sangat efektif dan efisien, sehingga dapat digunakan sebagai pola usaha budidaya ternak mulai dari cara intensif, semi intensif dan ektensif, bahkan juga dilakukan di beberapa perusahaan (Anonim).

sumber gambar dari sini

Astuti et al. (1983) dan Keman (1986) menyatakan bahwa produktivitas ternak potong di Indonesia masih tergolong rendah dibanding dengan produktivitas dari ternak sapi di negara-negara yang telah maju dalam bidang peternakannya. Namun Vercoe dan Frisch (1980); Djanuar (1985); Keman (1986) menyatakan bahwa produktivitas sapi daging dapat ditingkatkan baik melalui modifikasi lingkungan atau mengubah mutu genetiknya dan dalam praktek adalah kombinasi antara kedua alternatif diatas (Nugroho, 2008).

Memperbaiki mutu genetik ternak melalui kawin silang antara induk lokal dengan pejantan unggul. Secara nasional, cara ini dapat direkomendasikan untuk membantu peternak dalam meningkatkan produksi dan produktivitas ternak. Pengembangan dan penyempurnaan stok bibit nasional juga dilanjutkan, antara lain dengan membangun institusi penangkar bibit ternak yang dihasilkan oleh lembaga penelitian (Mayulu, 2010).

Secara alami, seekor pejantan hanya mampu melayani 20-30 ekor betina, tetapi dengan teknologi IB kemampuannya meningkat ribuan kali. Teknologi IB dapat digunakan untuk membantu pelaksanaan program seleksi pada sapi potong, karena akan meningkatkan intensitas seleksi. Namun, hal ini akan diimbangi dengan meningkatnya interval generasi (L) karena diperlukan uji zuriat atau progeny testing yang memerlukan waktu cukup lama. Oleh karena itu diperlukan upaya lain agar rasio i/L maksimum sehingga respons seleksi (R) terus meningkat setiap tahun. Dalam jangka panjang, aplikasi IB juga dapat mempengaruhi keragaman sehingga respons seleksi mengalami pelandaian (plateau). Sementara itu, bila tidak didukung dengan pencatatan yang baik, peluang akan terjadi silang dalam (inbreeding) sangat besar (Diwyanto, 2008).

Friday, 2 December 2011

Magang di BPTU Sapi Bali (Antara Naik Sapi dan Ditimpa Sapi)

Tepatnya awal July, lima cowok keren berkumpul di depan agen bus Pahala Kencana. Apa gerangan? Ternyata mereka sedang menikmati semangkuk bakso..ups..sedang menunggu kedatangan bus menuju Bali. Membawa sejuta harapan untuk menimba ilmu sebanyak-banyaknya di tempat magang di Bali, tepatnya di BPTU Sapi Bali.

Balai Pembibitan Ternak Unggul (BPTU) Sapi Bali merupakan salah satu instansi pemerintah yang peduli akan kelestarian plasma nutfah sapi Bali. BPTU Sapi Bali mempunyai tugas pokok salah satunya pemurnian genetik unuk menghasilkan dan menjaga kulitas genetik sapi Bali yang unggul.

Kegiatan magang dimulai tanggal 4 Juli sampai tanggal 4 Agustus 2011. jam 07:30 WITA sampe jam 16.00 WITA. habis itu biasanya jalan ke pantai pribadi, main bola, beli bahan makan (kita masak sendiri lhoooo, walaupun kadang dimasakin Pak Masykur ato Mbok Dek hohoho..).Tapi kadang ya molor.

Di BPTU, pake sistem ranch, maksudnya sapi yang ada digembalakan di padang rumput yang seluas mata memandang, sudah kaya' cowboy aja dah. Jadinya kegiatan sapi Bali semua dilakukan di padang rumput. seperti di gambar. Ada juga sih beberapa kandang dengan fungsi yang berbeda-beda
Antri makan
Banyak sekali kenangan di sana, mulai dari ditimpa sapi sampai naik sapi (hohoho..). Selamat buat Afif satu-satunya cowok keren yang naik Bawor. Tapi saya lebih mantap karena ditimpa sapi, untung bukan Bawor yang nimpa ya hahaha....  Bawor merupakan Elite Bull alias pejantan unggulnya BPTU
Afif lagi naik Bawor dipegangi Pak Kamar
Bersih-bersih kandang di pagi hari
Kata Pak Tono, kami berlima adalah mahasiswa pertama dari UNS yang magang di BPTU Sapi Bali, dan perintis sekaligus pembuka jalan bagi mahasiswa UNS tahun depan yang ingin magang di sini, semoga yang selanjutnya bisa lebih rajin dan tetap membawa nama baik UNS di sini ^_^
Magangers di BPTU Sapi Bali (Pandhu, Ervin, Afif, Aditya, Zakaria)
Singkat aja untuk posting pertama tentang magang di BPTU Sapi Bali, masih ada banyak ilmu dan cerita lucu yang bisa dibagi, insyaALLAH disambung di posting berikutnya ^_^ sacombo