Thursday, 25 June 2020

Webinar : Momentum Kebangkitan Unggas Lokal

Indonesia memiliki kekayaan alam yang melimpah. Hal ini sudah tidak diragukan oleh oleh dunia. Salah satu kekayaan Indonesia adalah unggas lokal, terutama ayam. Pada webinar ini ayam lokal akan dibahas dengan mendalam oleh tiga pembicara yang merupakan para ahli di bidangnya. Webinar dilaksanakan via Zoom pada tanggal 27 Juni 2020. Info selengkapnya ada di poster di bawah ini.

Wednesday, 24 June 2020

Webinar : Sarjana Peternakan Mau Jadi apa?

Seorang mahasiswa peternakan yang telah menempuh studi kurang lebih selama 8 semester terkadang masih ragu mengenai pekerjaaan atau profesi apa yang cocok untuknya, apakah menjadi pengusaha peternakan, pengusaha di bidang lain, menjadi peneliti, menjadi dosen, bekerja di sektor swasta, atau bahkan sebagai pegawai negeri. Padahal, berbagai profesi maupun pekerjaan sangat terbuka lebar asalkan kita juga membuka lebar pikiran kita. Buat kamu mahasiswa peternakan yang masih ragu dengan cita-citamu, jangan melewatkan event webinar ini ya pada Sabtu, 27 Juni 2020. Info selengkapnya di poster berikut


Friday, 11 September 2015

Klasifikasi Ayam Kampung

Ayam Kampung

Siapa yang tidak kenal ayam kampung atau ayam jawa? Ayam ini merupakan ayam unggulan asli Indonesia yang digemari oleh masyarakat di seluruh bagian Indonesia.

Cara untuk mengetahui asal usul ayam ini dapat dilakukan dengan mengenali klasifikasinya. Klasifikasi ayam kampung adalah:

Kingdom : Animalia
Filum : Chordata
Kelas : Aves
Sub Kelas : Neornithes
Ordo : Galliformes
Famili : Phasianidae
Genus : Gallus
Spesias : Gallus gallus

Kingdom Animalia memiliki makna bahwa ayam ini termasuk dalam hewan. Hal ini sepertinya sudah cukup jelas, begitu juga dengan filum vertebrata yaitu hewan bertulang belakang, serta aves yaitu burung. Sub kelas ayam kampung adalah Neornithes atau disebut burung sejati, yaitu burung modern yang sering kita lihat sekarang, dan lawannya adalah burung purba atau termasuk dalam sub kelas Archaeornithes. Burung purba memiliki ciri yang tidak ada pada burung modern, antara lain mempunyai gigi, ekor bertulang, dan terdapat cakar pada sayapnya. Namun, bukti jelas mengenai keberadaan burung purba belum pernah penulis baca atau lihat.

Setelah sub kelas, ayam kampung dapat dikenali dengan ordo Galliformes dengan ciri-ciri berparuh pendek, suka makan beras, dan memiliki kaki yang dapat digunakan untuk mengais dan berlari. Ayam kampung juga masuk dalam famili Phasianidae karena memiliki 4 jari yang terdiri dari 3 jari menghadap depan dan 1 jari menghadap belakang. Ayam kampung tidak termasuk dalam famili Turnicidae, karena famili ini hanya memili 3 jari yang menghadap ke depan seluruhnya. Selanjutnya, ayam kampung termasuk dalam genus Gallus (ayam hutan), yang terdiri dari dua spesies yaitu Gallus gallus (ayam hutan merah) dan Gallus varius (ayam hutan hijau).