Friday, 11 September 2015

Klasifikasi Ayam Kampung

Ayam Kampung

Siapa yang tidak kenal ayam kampung atau ayam jawa? Ayam ini merupakan ayam unggulan asli Indonesia yang digemari oleh masyarakat di seluruh bagian Indonesia.

Cara untuk mengetahui asal usul ayam ini dapat dilakukan dengan mengenali klasifikasinya. Klasifikasi ayam kampung adalah:

Kingdom : Animalia
Filum : Chordata
Kelas : Aves
Sub Kelas : Neornithes
Ordo : Galliformes
Famili : Phasianidae
Genus : Gallus
Spesias : Gallus gallus

Kingdom Animalia memiliki makna bahwa ayam ini termasuk dalam hewan. Hal ini sepertinya sudah cukup jelas, begitu juga dengan filum vertebrata yaitu hewan bertulang belakang, serta aves yaitu burung. Sub kelas ayam kampung adalah Neornithes atau disebut burung sejati, yaitu burung modern yang sering kita lihat sekarang, dan lawannya adalah burung purba atau termasuk dalam sub kelas Archaeornithes. Burung purba memiliki ciri yang tidak ada pada burung modern, antara lain mempunyai gigi, ekor bertulang, dan terdapat cakar pada sayapnya. Namun, bukti jelas mengenai keberadaan burung purba belum pernah penulis baca atau lihat.

Setelah sub kelas, ayam kampung dapat dikenali dengan ordo Galliformes dengan ciri-ciri berparuh pendek, suka makan beras, dan memiliki kaki yang dapat digunakan untuk mengais dan berlari. Ayam kampung juga masuk dalam famili Phasianidae karena memiliki 4 jari yang terdiri dari 3 jari menghadap depan dan 1 jari menghadap belakang. Ayam kampung tidak termasuk dalam famili Turnicidae, karena famili ini hanya memili 3 jari yang menghadap ke depan seluruhnya. Selanjutnya, ayam kampung termasuk dalam genus Gallus (ayam hutan), yang terdiri dari dua spesies yaitu Gallus gallus (ayam hutan merah) dan Gallus varius (ayam hutan hijau).

Tuesday, 24 February 2015

KAWIN ALAMI PADA SAPI

Kawin alam merupakan salah satu cara dalam pengembangbiakan ternak sapi potong yang dianjurkan dengan pertimbangan: 1) secara alamiah ternak sapi potong memiliki kebebasan hidup, sehingga mendukung perkembangbiakannya secara normal, 2) secara alamiah ternak sapi jantan mampu mengetahui ternak sapi betina yang berahi, 3) penanganan perkawinan secara kawin alam memerlukan biaya yang sangat murah, tanpa adanya campur tangan manusia, 4) metode kawin alam sangat efektif dan efisien, sehingga dapat digunakan sebagai pola usaha budidaya ternak mulai dari cara intensif, semi intensif dan ektensif, bahkan juga dilakukan di beberapa perusahaan (Anonim).

sumber gambar dari sini

Astuti et al. (1983) dan Keman (1986) menyatakan bahwa produktivitas ternak potong di Indonesia masih tergolong rendah dibanding dengan produktivitas dari ternak sapi di negara-negara yang telah maju dalam bidang peternakannya. Namun Vercoe dan Frisch (1980); Djanuar (1985); Keman (1986) menyatakan bahwa produktivitas sapi daging dapat ditingkatkan baik melalui modifikasi lingkungan atau mengubah mutu genetiknya dan dalam praktek adalah kombinasi antara kedua alternatif diatas (Nugroho, 2008).

Memperbaiki mutu genetik ternak melalui kawin silang antara induk lokal dengan pejantan unggul. Secara nasional, cara ini dapat direkomendasikan untuk membantu peternak dalam meningkatkan produksi dan produktivitas ternak. Pengembangan dan penyempurnaan stok bibit nasional juga dilanjutkan, antara lain dengan membangun institusi penangkar bibit ternak yang dihasilkan oleh lembaga penelitian (Mayulu, 2010).

Secara alami, seekor pejantan hanya mampu melayani 20-30 ekor betina, tetapi dengan teknologi IB kemampuannya meningkat ribuan kali. Teknologi IB dapat digunakan untuk membantu pelaksanaan program seleksi pada sapi potong, karena akan meningkatkan intensitas seleksi. Namun, hal ini akan diimbangi dengan meningkatnya interval generasi (L) karena diperlukan uji zuriat atau progeny testing yang memerlukan waktu cukup lama. Oleh karena itu diperlukan upaya lain agar rasio i/L maksimum sehingga respons seleksi (R) terus meningkat setiap tahun. Dalam jangka panjang, aplikasi IB juga dapat mempengaruhi keragaman sehingga respons seleksi mengalami pelandaian (plateau). Sementara itu, bila tidak didukung dengan pencatatan yang baik, peluang akan terjadi silang dalam (inbreeding) sangat besar (Diwyanto, 2008).

Thursday, 23 October 2014

Kirim Tugas


Saturday, 14 December 2013

SPECIAL PEANUT

Do you know special peanut?
It’s a different peanut
Normally, a nutshell contains two peanuts
But, this peanut is different, it has two places on its shell, but only contains one peanut
Yup, it’s very special, has two place so it can move easily
it’s very special, alone without friend
It can’t talk with someone
happy without friends
and think problem by itself
It’s special peanut, and it very happy alone

Wednesday, 1 May 2013

PRAKTIKUM PEMBUATAN BRIKET LIMBAH TERNAK

PENDAHULUAN
Menurut data Badan Pusat Statistik (2010) populasi ayam broiler pada tahun 2010 mencapai 1.249.952 ribu ekor, sapi potong 13.633 ribu ekor, domba 10.932 ribu ekor, dan kambing 16.821 ekor. Ternak ini akan menghasilkan limbah. Limbah yang dihasilkan salah satunya adalah kotoran ternak.

Limbah ternak merupakan sisa buangan dari suatu kegiatan usaha peternakan seperti usaha pemeliharaan ternak, rumah potong hewan, pengolahan produksi ternak dan lain-lain. Limbah tersebut meliputi limbah padat dan limbah cair seperti feses. Sumber energi alternatif yang dapat diperbaharui di Indonesia cukup banyak, di antaranya adalah bahan-bahan limbah rganik. Limbah organik memiliki potensi yang cukup besar adalah kotoran ternak, yang dapat dimanfaatkan menjadi briket dengan kualitas yang baik serta lebih ekonomis.

Limbah peternakan merupakan bahan-bahan yang kurang bernilai. Walaupun demikian, bila ditangani dengan baik akan menjadi bahan-bahan yang bermanfaat. Pada praktikum Ilmu dan Teknologi Pengolahan Hasil Ikutan Ternak akan dilaksanakan pembuatan briket limbah ternak, sehingga akan diketahui penanganan hasil ikutan dan limbah peternakan menjadi bahan yang lebih bernilai.


PUSTAKA
Sumber energi alternatif yang dapat diperbaharui di Indonesia cukup banyak, di antaranya adalah biomassa atau bahan-bahan limbah organik. Beberapa biomassa memiliki potensi yang cukup besar adalah limbah

Saturday, 17 November 2012

PUISI CINTA: PRASASTI KITA BERDUA

jangan ada mendung di matamu,

sehingga hujan membahasi pipimu,

biarkan hatiku memayungi hatimu,

agar tenang selalu hatimu,

agar tentram selalu jiwamu,

ada kalanya kerajaan cinta mengalami masa kejayaan dan kemunduran,

layaknya kerajaan mataram yang terpecah menjadi Yogyakarta dan Surakarta,

layak pecahnya Dinasti sanjaya dan Dinasti syeilendra,

untuk mencari raja dan ratunya yang baru,

cerita tentang kerajaan cinta kita,akan menjadi sejarah,

agar kita dapat mengambil pelajaran,

dan tak mengulanginya di kerjaan cinta yang baru,

semua tercatat di prasasti cinta kita berdua,

Selamanya....