Mampirlah
Mampirlah walau sejenak
Pintu ini selalu terbuka
Padahal..
Home » All posts
Sunday, 4 March 2012
Monday, 20 February 2012
PUISI CINTA: PERBEDAAN GILA DAN TERGILA-GILA
aku mencintaimu
kemarin, sekarang, dan besok
kamu memang bukan yang pertama
Saturday, 4 February 2012
Saturday, 14 January 2012
Penyakit IB (Infectious Bronchitis) Pada Ayam
Pendahuluan
IB (Infectious Bronchitis) merupakan suatu penyakit viral pada saluran pernapasan ayam yang bersifat akut dan sangat mudah. Penyakit ini tersifat oleh adanya cairan trakea, batuk dan bersin. Faktor pendukung kejadian penyakit ini di Indonesia, adalah umur ayam yang berbeda dalam satu lokasi dengan program vaksinasi terhadap IB yang bervariasi, sistem pemasaran telur dalam egg trays yang berpindah dari suatu peternakan ke peternakan yang lain atau dari satu daerah ke daerah yang lainnya.
Penyebab penyakit ini adalah virus corona yang tergolong single stranded (ss) RNA, family Coronaviridae dan genus Coronavirus. Virus IB umumnya berbentuk bulat, walaupun dapat berbentuk pleomorfik. Virus ini mempunyai envelope dan diameter 90-200 nm. Sejumlah serotipe IB mempunyai struktur antigenik yang berbeda dapat dievaluasi dengan uji netralisasi virus. Meskipun demikian, uji immunofluorecence berbagai serotipe IB tersebut mempunyai suatu grup antigen yang sama.
Berbagai strain virus IB akan menimbulkan efek patologik yang berbeda pada ayam. Virulensi virus IB terhadap saluran reproduksi dan selanjutnya pada produksi telur juga bervariasi, berkisar dari perubahan kerabang tanpa penurunan produksi sampai penuruna produksi 10-50%. Pada umumnya virus IB akan inaktif pada temperatur 560C selama 15 menit dan temperatur 450C selama 90 menit. Virus IB akan mati dengan capat di luar tubuh ayam dan sensitif terhadap berbagai jenis desinfektan (Tabbu, 2000).
Cara Penularan
Friday, 13 January 2012
PENGUMUMAN PKM LIMA BIDANG LOLOS PENDANAAN DIKTI 2012
Selamat bagi kawan-kawan yang lolos didanai DIKTI tahun 2012. Untuk yang belum lolos, masih ada kesempatan untuk mencoba, tetap berkarya yaaaa. Untuk Pengumuman PKM yang lolos bisa download di Sini
Monday, 2 January 2012
HUBUNGAN KEAMANAN PANGAN DAN AYAM TIREN (MATI KEMARIN) SERTA UNDANG-UNDANG YANG MENGATURNYA
A. Identifikasi Ayam Mati Kemarin
Daging ayam telah menjadi sumber protein hewani terpenting dari subsektor peternakan. Peran daging ayam selain sebagai substitusi daging sapi yang lebih mahal harganya juga untuk meningkatkan gizi rakyat dengan meningkatkan konsumsi protein hewani. Kasus penjualan ayam tiren (mati kemaren) beberapa tahun terakhir marak terjadi di beberapa daerah. Informasi yang terbatas menyebabkan kasus ini tidak banyak diketahui oleh masyarakat terutama konsumen daging ayam. Ayam tiren pada dasarnya adalah ayam bangkai yaitu ayam yang mati bukan karena disembelih pada saat masih hidup melainkan ayam yang sebelumnya telah mati disebabkan daya tahan yang kurang baik selama perjalanan atau terkena penyakit kemudian sengaja disembelih untuk dijual di pasar (Nareswari, 2006).
Beberapa ciri ayam tiren distanikhut Palembang (2010) antara lain:
1. Warna kulit kasar dan terdapat bercak – bercak darah pada bagian kepala, ekor, punggung, sayap, dan dada.
2. Bau agak anyir.
3. Konsistensi otot dada dan paha lembek.
4. Serabut otot berwarna kemerahan.
5. Pembuluh darah di daerah leher dan sayap penuh darah.
6. Warna hati merah kehitaman.
7. Bagian dalam karkas berwarna kemerahan.
8. Ayam setelah di cabuti bulunya jika dimasukkan plastic akan keluar cairan memerah dalam plastik.
9. Warna daging kebiruan dalam proses pembusukan.
10. Daging ayam setelah digoreng bila diumpankan ke kucing tidak mau dimakan
Daging ayam mati kemarin, kerap dikaitkan dengan daging berformalin, karena
Subscribe to:
Posts (Atom)




