Tuesday, 10 April 2012

TRANSFER EMBRIO PADA TERNAK


A.    Pengertian Transfer Embrio
Manusia telah melakukan berbagai cara untuk meningkatkan populasi sapi untuk memenuhi kebutuhan daging. Banyak sekali inovasi dan penerapan teknologi untuk mewujudkannya. Teknologi transfer embrio (TE) pada sapi merupakan generasi kedua bioteknologi reproduksi setelah inseminasi buatan (IB). Transfer embrio adalah suatu proses dimana embrio dipindahkan dari seekor hewan betina yang bertindak sebagai donor pada waktu embrio tersebut belum mengalami implantasi, kepada seekor betina yang bertindak sebagai penerima sehingga resepien tersebut menjadi bunting.

Transfer embrio adalah suatu metode buatan dalam perkawinan dengan cara membentuk embrio dari seekor betina induk unggul, yang disebut donor, kemudian dipindahkan dan dicangkokkan ke dalam saluran reproduksi induk betina lainnya dalam spesies yang sama, yang disebut resipien (Bedirian et al. 1977)

B.     Proses dan Tata Cara Transfer Embrio
Prinsip dasar dari transfer embrio meliputi beberapa treatmen/perlakuan dengan menggunakani teknik-teknik lainnya, yaitu superovulasi, oestrus synchronization (Sinkronisasi Birahi), artificial insemination (Inseminasi Buatan), embrio/eggs recovery (Pengumpulan atau pemanenan embrio) dan embrio/eggs transfer (Pemindahan embrio) (Sudarto, 1985)
Sebelum dilakukan transfer,

Sunday, 4 March 2012

PUISI CINTA V: MAMPIRLAH

Mampirlah
Mampirlah walau sejenak
Pintu ini selalu terbuka
Padahal..

Monday, 20 February 2012

PUISI CINTA: PERBEDAAN GILA DAN TERGILA-GILA

aku mencintaimu
kemarin, sekarang, dan besok
kamu memang bukan yang pertama

Saturday, 4 February 2012

MENGAPA BAHASA ARAB GUNDUL BISA KITA BACA


Beberapa waktu yang lalu, saya pernah berdikusi dengan seorang kawan
“Zak, kenapa ya kok bahasa arab gundul bisa dibaca? Kan susah ga ada syakalnya?”
Jawab saya: “saya juga tidak bisa menjelaskan, namun sepertinya karena kebiasaan”

Saturday, 14 January 2012

Penyakit IB (Infectious Bronchitis) Pada Ayam

Pendahuluan
IB (Infectious Bronchitis) merupakan suatu penyakit viral pada saluran pernapasan ayam yang bersifat akut dan sangat mudah. Penyakit ini tersifat oleh adanya cairan trakea, batuk dan bersin. Faktor pendukung kejadian penyakit ini di Indonesia, adalah umur ayam yang berbeda dalam satu lokasi dengan program vaksinasi terhadap IB yang bervariasi, sistem pemasaran telur dalam egg trays yang berpindah dari suatu peternakan ke peternakan yang lain atau dari satu daerah ke daerah yang lainnya.

Penyebab penyakit ini adalah  virus corona yang tergolong single stranded (ss) RNA, family  Coronaviridae dan genus Coronavirus. Virus IB umumnya berbentuk bulat, walaupun dapat berbentuk pleomorfik. Virus ini mempunyai envelope dan diameter 90-200 nm. Sejumlah serotipe IB mempunyai struktur antigenik yang berbeda dapat dievaluasi dengan uji netralisasi virus. Meskipun demikian, uji immunofluorecence berbagai serotipe IB tersebut mempunyai suatu grup antigen yang sama.

Berbagai strain virus IB akan menimbulkan efek patologik yang berbeda pada ayam. Virulensi virus IB terhadap saluran reproduksi dan selanjutnya pada produksi telur juga bervariasi, berkisar dari perubahan kerabang tanpa penurunan produksi sampai penuruna produksi 10-50%. Pada umumnya virus IB akan inaktif pada temperatur 560C selama 15 menit dan temperatur 450C selama 90 menit. Virus IB akan mati dengan capat di luar tubuh ayam dan sensitif terhadap berbagai jenis desinfektan (Tabbu, 2000).

Cara Penularan

Friday, 13 January 2012

PENGUMUMAN PKM LIMA BIDANG LOLOS PENDANAAN DIKTI 2012

Selamat bagi kawan-kawan yang lolos didanai DIKTI tahun 2012. Untuk yang belum lolos, masih ada kesempatan untuk mencoba, tetap berkarya yaaaa. Untuk Pengumuman PKM yang lolos bisa download di Sini